Berikut langkah – langkah menginput transaksi Pembelian Aset Tetap dengan cara cicilan :

  1. Buat akun baru dengan tipe Aset Lancar Lainnya, sebagai akun penampung pada transaksi ini, yaitu dari menu Buku Besar | Akun Perkiraan, isikan nama akun dengan ‘Transaksi Aset Tetap’.1
  2. Kemudian masukan akun “Transaksi Aset Tetap” sebagai salah satu akun perkiraan Barang pada akun Beban, yaitu masuk ke menu Pengaturan | Preferensi | Akun Perkiraan | Barang, tambahkan “Transaksi Aset Tetap” pada akun Beban. Hal ini bertujuan agar akun tersebut dapat dipilih saat membuat barang/jasa (berkaitan dengan poin 3).2
  3. Selanjutnya membuat Item (Barang) baru dengan jenis barang Non-Persediaan, dari menu Persediaan | Barang & Jasa, isikan nama barang tersebut dengan ‘Transaksi Aset Tetap’ dan pada tab Akun di bagian Beban, pilih akun “Transaksi Aset Tetap”.
    Membuat Barang Non Persediaan untuk Transaksi Aset Tetap

    Membuat Barang Non Persediaan untuk Transaksi Aset Tetap

    3b

    Memilih akun ‘Transaksi Aset Tetap’ pada akun Beban

  4. Buat data pemasok atas pembelian aset tetap secara cicilan tersebut, yaitu dari menu Pembelian | Pemasok.
  5. Jika pembelian aset tetap dengan cicilan terdapat uang muka pencatatan uang muka dilakukan melalui menu Pembelian | Uang Muka Pembelian, pilih nama vendor yang dimaksud, kemudian masukan nominal uang muka yang akan dibayarkan, klik proses dan pilih pembayaran. Contoh Kasus : Perusahaan membeli aset tetap berupa kendaraan senilai Rp 120.000.000. Dan atas pembelian tersebut diberikan uang muka sebesar 20%-nya yaitu Rp 24.000.000. Sisa-nya dilakukan cicilan selama 4 tahun.
    Mencatat Uang Muka atas Pembelian Aset Tetap

    Mencatat Uang Muka atas Pembelian Aset Tetap

    Jurnal Uang Muka Pembelian sebelum Pembayaran

    Jurnal Uang Muka Pembelian sebelum Pembayaran

    Mencatat Pembayaran Uang Muka Pembelian atas Aset Tetap

    Mencatat Pembayaran Uang Muka Pembelian atas Aset Tetap

    Jurnal Pembayaran Uang Muka Pembelian atas Aset Tetap

    Jurnal Pembayaran Uang Muka Pembelian atas Aset Tetap

  6. Buat faktur pembelian untuk melakukan pencatatan atas pembelian aset tersebut, yaitu dari menu Pembelian | Faktur Pembelian, pilih nama pemasok-nya, kemudian pilih barang “Transaksi Aset Tetap” yang telah dibuat sebelumnya dan isikan harga barang dengan harga beli aset tetap tersebut. Jika ada uang muka, klik icon DP dan pilih nomor transaksi atas uang muka tersebut, kemudian simpan.
    Mengisikan nilai Aset Tetap pada Harga Barang Transaksi Aset Tetap

    Mengisikan nilai Aset Tetap pada Harga Barang Transaksi Aset Tetap

    Tampilan Faktur Pembelian atas Aset Tetap sebelum Penggunaan Uang Muka

    Tampilan Faktur Pembelian atas Aset Tetap sebelum Penggunaan Uang Muka

    Menggunakan Uang Muka atas Pembelian Aset Tetap

    Menggunakan Uang Muka atas Pembelian Aset Tetap

    Jurnal Transaksi Pembelian Aset Tetap dengan Uang Muka

    Jurnal Transaksi Pembelian Aset Tetap dengan Uang Muka

  7. Dan proses selanjutnya adalah melakukan pencatatan Aset Tetap atas pembelian kendaraan tersebut di AOL, sehingga bisa dihitung dan dicatat penyusutannya pada saat melakukan Proses Akhir bulan. Pencatatannya dilakukan melalui menu Aset Tetap | Aset Tetap, isikan informasi terkait kendaraan tersebut (aset yang dibeli) pada informasi umum serta informasi terkait Pajak pada icon I. Dan untuk nilai aset, isikan meng-klik icon Rp, pilih akun “Transaksi Aset Tetap” dan isikan saldonya sesuai dengan nilai total aset yang dibeli, dalam kasus ini sebesar Rp 120.000.000.
    Pengisian Informasi Umum atas Aset Tetap

    Pengisian Informasi Umum atas Aset Tetap

    Mengisikan Nilai Aset Tetap dan Akun pengeluarannya

    Mengisikan Nilai Aset Tetap dan Akun pengeluarannya

    Jurnal Pencatatan Aset Tetap dengan Cicilan

    Jurnal Pencatatan Aset Tetap dengan Cicilan

  8. Untuk pembayaran cicilan dari aset tersebut bisa dilakukan dari menu Pembelian | Pembayaran Pembelian, pilih Pemasok yang dimaksud dan pilih faktur atas pembelian aset tersebut. Kemudian isikan nominal cicilan yang akan dibayarkan. Hal ini dilakukan setiap periode waktu pembayaran.

    Pembayaran Cicilan pada Periode Berikutnya

    Pembayaran Cicilan pada Periode Berikutnya