Jika terdapat transaksi Penerimaan Barang, lalu dilanjutkan dengan pembuatan Faktur Pembelian. Tetapi pada Faktur Pembelian tersebut didapat selisih nilai yang tampil pada jurnal transaksi seperti pada ilustrasi dibawah ini,

Contoh barang dengan satuan kedua
Ilustrasi 1: Melakukan penerimaan barang dengan satuan kedua yang diproses ke faktur pembelian, misal melakukan penerimaan Barang A sebanyak 200 Lembar dari Pemasok A, dengan nilai @Rp 12.000.

Transaksi faktur pembelian yang menggunakan barang satuan kedua
Berdasarkan ilustrasi ini terdapat nilai selisih yang tampil pada jurnal yang terbentuk di transaksi Faktur Pembelian, seperti contoh gambar berikut ini,

Selisih pada jurnal transaksi Faktur Pembelian
Ilustrasi 2: Melakukan penerimaan barang dengan satuan kedua yang diproses ke faktur pembelian dan terdapat nilai diskon faktur, misal Barang A sebanyak 200 Lembar dari Pemasok A, dengan nilai @Rp 12.000 dan nilai diskon faktur sebesar Rp 3.499.200.

Transaksi faktur pembelian yang menggunakan barang satuan kedua, dan terdapat nilai diskon faktur
Berdasarkan ilustrasi ini terdapat nilai selisih yang tampil pada jurnal yang terbentuk di transaksi Faktur Pembelian, seperti contoh berikut ini,

Selisih pada jurnal transaksi Faktur Pembelian
Atas jurnal diatas, selisih nilai terjadi dikarenakan adanya nilai pembulatan pada setiap perhitungan yang disebabkan satuan kedua dan diskon faktur yang nilainya tidak genap pada transaksi Penerimaan Barang dan Faktur Pembelian. Karena jumlah desimal yang bisa disajikan pada Accurate Online adalah 6 desimal, sehingga setiap perhitungan yang tidak genap akan dibulatkan menjadi 6 desimal. Selain itu, selisih nilai yang tampil ini tidak dipengaruhi dengan pengaturan pembatasan pembelian yang diatur di menu Pengaturan | Preferensi | Pembelian.
Cara perhitungan selisih nilai sebesar (Rp 0,0496) dan (Rp 0,244) yang tampil pada jurnal transaksi Faktur Pembelian tersebut, bisa Anda lihat disini.