Pada saat anda menyimpan transaksi Faktur Penjualan tampil pesan error “Harga Jual barang “xyz” dibawah harga beli”, hal ini bisa disebabkan karena beberapa illustrasi yang akan dijelaskan berikut ini.

Namun sebelumnya, perlu anda ketahui bahwa Accurate online akan mengambil nilai Harga Beli (nilai yang dibandingkan dengan harga jual), dengan urutan sebagai berikut ini :

  1. Dari Harga Beli terakhir yang diinput pada Faktur Pembelian, jika tidak ada maka
  2. Dari Harga Pemasok yang berlaku, jika tidak ada maka
  3. Dari Harga Beli pada Barang/Jasa, jika tidak ada maka
  4. Dari Harga Barang yang masuk selain dari Faktur Pembelian, jika tidak ada maka nilai persediaan akan dianggap nol (khusus untuk pembelian).

I. Harga jual yang diinput pada faktur penjualan dibawah harga beli yang tercantum pada barang dan jasa.

Illustrasi 1 :

  • 01/07/2025  : Buat barang baru yaitu Piring Kaca, isikan informasi Harga Beli dengan Rp 5.000 dan nilai saldo awal yaitu 10 pcs @ Rp 4.000.
  • 28/08/2025 : menjual barang Piring Kaca seharga @ Rp 4.100, saat disimpan akan tampil pesan error.

Harga Beli di Barang & Jasa

Saldo Awal barang

Faktur Penjualan Ilustrasi 1

Eror Faktur Penjualan Ilustrasi 1

Penjelasan :
Pada illustrasi ini nilai persediaan (harga beli barang) yang dibandingkan dengan harga jual adalah Harga beli yang tercantum pada barang/Jasa, BUKAN nilai saldo awal barang.

Untuk itu, jika anda sudah melakukan pengecekan pada Laporan Rincian Nilai Persediaan dan ternyata nilai barangnya adalah lebih rendah dari harga jual, lakukan pengecekan juga pada Harga Beli atau Harga Pemasok yang tercantum pada Barang/Jasa tersebut. Hal ini sesuai dengan urutan pengambilan harga beli pada Accurate online, yaitu dikarenakan tidak adanya harga beli yang berasal dari Faktur Pembelian serta tidak adanya Harga Pemasok, maka Accurate online akan mengambil nilai harga beli pada barang/jasa (urutan ke3).

Pada illustrasi ini, Harga Jual Barang yang tercantum pada Faktur Penjualan adalah sebesar Rp 4.100 (lebih rendah dari Harga Beli Barang), namun Harga Beli pada Barang/Jasa adalah Rp 5.000, sehingga tampil error tersebut. Solusi yang bisa dilakukan adalah menginput harga jual dengan nilai lebih besar dari harga beli yaitu lebih besar dari Rp 5.000, misalnya Rp 5.100.

Note : Error ini akan tampil dengan kondisi jika barang tsb belum ada transaksi pembelian.

II. Harga jual yang diinput pada faktur penjualan dibawah harga beli pada Faktur Pembelian terakhir

Ilustrasi 2:

Kondisi 1 (Metode Biaya Persediaan FIFO)

  • 22/08/2025 : membuat Faktur Pembelian atas Piring Kaca 100 pcs @ Rp 5.000
  • 28/08/2025 : membuat Faktur Pembelian atas Piring Kaca 10 pcs @ Rp 6.000
  • 28/08/2025 : membuat Faktur Penjualan atas Piring Kaca 1 pcs @ Rp 5.500, maka akan tampil pesan error saat menyimpan transaksi Faktur Penjualan.

Harga jual barang pada transaksi Faktur Penjualan

Pesan error “Harga jual barang dibawah harga beli”

Penjelasan:

Pada ilustrasi ini, apabila Anda menggunakan metode biaya persediaan FIFO, maka harga beli barang yang dijadikan sebagai pembanding adalah harga beli pada Faktur Pembelian terakhir, yaitu sebesar Rp 6.000. Oleh karena itu, system akan menampilkan pesan error ketika Anda mengisikan harga jual sebesar Rp 5.500.

Pengecekan yang dapat dilakukan adalah melalui laporan Rincian Pembelian per Barang. Selanjutnya, periksa nilai harga beli pada Faktur Pembelian terakhir. Jika nilai tersebut lebih tinggi daripada harga jual yang diinput, maka hal tersebut menjadi penyebab munculnya pesan error. Solusinya adalah mengisikan harga jual yang lebih tinggi daripada harga beli terakhir, yaitu di atas Rp 6.000.

Laporan Rincian Pembelian per Barang

Kondisi 2 (Metode Biaya Persediaan Average)

  • 22/08/2025 : membuat Faktur Pembelian atas Piring Kaca 100 pcs @ Rp 7.000
  • 28/08/2025 : membuat Faktur Pembelian atas Piring Kaca 10 pcs @ Rp 5.000
  • 28/08/2025 : membuat Faktur Penjualan atas Piring Kaca 1 pcs @ Rp 6.500, maka akan tampil pesan error saat menyimpan transaksi Faktur Penjualan.

Harga jual barang pada transaksi Faktur Penjualan

Pesan error “Harga jual dibawah harga beli”

Penjelasan:

Pada ilustrasi ini, apabila Anda menggunakan metode biaya persediaan Average, maka harga beli barang yang dijadikan sebagai pembanding adalah harga beli pada Faktur Pembelian terakhir yang dibagi dengan Kuantitas Saldo Akhir, yaitu sebesar Rp 6.818,18 (Rp 750.000/110 PCS). Oleh karena itu, sistem akan menampilkan pesan error ketika nilai Harga Jual yang diisikan sebesar Rp 6.500.

Pengecekan dapat dilakukan melalui laporan Rincian Nilai Persediaan, kemudian periksa nilai Harga Beli pada Faktur Pembelian serta Kuantitas Saldo Akhir. Apabila hasil perhitungan nilainya lebih besar daripada harga jual, maka hal tersebut menjadi penyebab munculnya error. Solusinya adalah mengisi Harga Jual dengan nilai yang lebih tinggi daripada hasil perhitungan tersebut, yaitu di atas Rp 6.818,18.

Laporan Rincian Nilai Persediaan